Kalau dipikirin ternyata gejala Mata SEpet, PErih, dan LElah bisa muncul dari keseharian ibu. Mata menjadi bagian penting dalam kehidupan kita, karena memang selalu bekerja sejak bangun tidur sampai waktu malam hari.
Siapa disini ibu-ibu yang pasti keseharian kegiatannya cukup padat. Termasuk saya sendiri, seorang istri, sekaligus ibu dari 3 orang anak jarak dekat. Belum lagi peran penting lainnya yang dibutuhkan di rumah. Bisa jadi juru masak, jadi guru, bendahara keuangan, dan masih banyak lainnya.
Hebat sekali kan ya seorang perempuan yang sudah menjadi ibu. Punya peran penting banyak dalam 24 jam saja. Kebayang ya bagaimana kepadatan aktivitas yang dilakukan seorang ibu.
Seharian Beraktivitas, Mata yang Terus Bekerja
Menjadi seorang ibu yang di rumah mengharuskan terbiasa menjalankan multi peran. Apalagi dilakukan dalam satu waktu yang bersamaan.
Dimulai dari bangun subuh sekitar jam 04.00 - 04.30 tanpa harus menyalakan alarm pun, tubuh ini auto pasti bangun jam yang sama. Mungkin memang otak dan tubuh sudah terkoneksi dari habits seorang ibu.
Sebelum menyiapkan semua kebutuhan di pagi hari, saya tidak lupa untuk menyiapkan diri sendiri. Jujur, saya lebih memilih diri ini sudah dalam keadaan bugar untuk menjalankan aktivitas.
Setelah diri ini siap, barulah menyiapkan sarapan dan bekal untuk anak, membantu menyiapkan kebutuhan selama persiapan anak sekolah, dan lainnya. Di sela waktu terkadang saya mengecek hp apakah ada notif dari pekerjaan online yang harus diselesaikan.
Suami berangkat kerja dan anak ke sekolah pun bukan berarti saya benar-benar bisa istirahat. Karena masih ada dua gadis kecil yang masih membutuhkan saya.
Setelah padatnya keseharian sebagai ibu, lelahnya mengurus anggota keluarga dan rumah. Bukannya waktu kosong digunakan untuk istirahat. Justru saya lebih menggunakan waktu kosong itu untuk menatap layar.
Membalas pesan yang sudah lama masuk, membaca sesuatu yang muncul di notifikasi handphone, atau sekedar scrolling sosial media. Alih-alih dengan alasan ingin istirahat untuk me time.
Saya malah memperburuk kesehatan mata, karena punya kebiasaan scrolling sambil rebahan di ruangan redup. Tidak jarang dilakukan sampai larut malam. Entah apa yang dilihat, tapi itu menjadi hal yang mengasyikan.
Awalnya dikira Hanya Lelah Biasa, Ternyata
Tanpa sadar mata saya terus bekerja keras dari pagi sampai malam hari. Bahkan di malam hari terus bekerja agar saya tetap bisa menikmati hiburan dari sebuah layar. Walaupun entah apa yang dinikmati ini benar-benar disebut sebagai me time / healing.
Saya mulai sering merasa penglihatan mata tidak nyaman. Seperti hanya terasa gatal, tidak nyaman, Sepet, dan beberapa kali rasanya perih.
Karena merasa hanya hal SePeLe, bisa sembuh dengan sendirinya asalkan tidur istirahat cukup.
Saya terus melanjutkan aktivitas seperti biasa, setiap hari demi hari. Namun, ternyata gejala itu terus muncul. Bahkan, membuat saya sedikit kesulitan menjalankan aktivitas harian sebagai ibu.
Padahal ya, kalau diingat kembali. Seharusnya dari awal kalau sudah merasa ada yang tidak nyaman atau tidak biasanya. Lebih baik segera periksakan diri pada dokter.
Tapi kebanyakan orang menunggu benar-benar sampai sudah parah dan terganggunya aktivitas harian yang perlu dikerjakan.
Ketika Gejala Mata SePeLe Membuat Momen Bersama Anak Terlewati
Suatu hari saat sedang bermain bersama anak-anak di luar rumah, saya mulai terasa mata Sepet dan Perih.
Anak pertama ku memanggil “mamih, ayo sini lihat kakak membuat hasil karya cantik dari bunga dan daun loh” menunjukkan arah tempat anak saya untuk bermain.
Tapi pandangan mata sedikit buram, dan terasa perih.
Sebenarnya saya ingin langsung mendatangi tempat yang ditunjukan oleh anak saya dan bermain bersama disana.
Tetapi saat itu saya lebih sibuk mengucek mata untuk bisa melihat lagi lebih jelas.
Pada akhirnya saya melewatkan momen dimana anak bisa menghasilkan sebuah karya yang dibuatnya menggunakan bahan alam. Apalagi mereka membuatnya secara otodidak alias tidak ada yang mengajarinya. Artinya kreativitas anak-anak luar biasa diluar prediksi kita sebagai orang tua.
Sinyal Tubuh yang Sering diabaikan oleh Ibu
Secara alami dari kebiasaan seorang ibu, selalu siap siaga menjadi penjaga anggota keluarganya kalau ada yang sakit. Ibu pasti cepat mencari penyebab sakitnya, memberikan perawatan terbaik, makanan terbaik, hingga membawanya untuk berobat.
Lain ceritanya, kalau untuk diri sendiri. Apabila merasa tidak nyaman sedikit ada terbesit dalam hati “tidak apa-apa kok ini biasa terjadi”
Sebagai ibu, terkadang selalu menempatkan kebutuhan dan kesehatan diri sendiri di nomor terakhir. Sering mengabaikan sinyal tubuh yang datang.
Padahal sewaktu sudah muncul gejala mata Sepet, Perih, dan Lelah mulai makin tidak nyaman. Tapi ternyata saya selalu SePeLein.
Gejala Mata Sepet, Perih, Lelah, Jangan Disepelein!
Gejala tersebut seringkali muncul, ketika sedang membersamai anak bermain ataupun saat menghabiskan waktu sendiri menatap layar di malam hari. Berdalih ingin rebahan dan me time. Justru dapat memperburuk kesehatan mata, karena kebiasaan yang kurang baik.
Maka dari itu, saya mencoba untuk lebih aware dengan kesehatan sendiri termasuk kesehatan mata, seperti :
- Membiasakan cukupi kebutuhan cairan tubuh setiap hari. Minum air putih yang cukup bisa membantu tubuh tetap terhidrasi termasuk kelembaban pada mata.
- Mengubah kebiasaan posisi tubuh saat menatap layar. Memang bermain hp sambil tiduran itu paling nyaman, apalagi setelah melakukan banyak pekerjaan rumah. Tapi kebiasaan ini bisa memperburuk kesehatan mata. Karena posisi yang tidak tepat, mata juga akan lebih berat untuk bekerja.
- Hindari mata terkena angin kencang secara langsung. Seperti kejadian yang saya alami, sedang asik bermain sama anak. Mata langsung terasa perih, karena tiba-tiba angin kencang. Oleh karena itu, pastikan saat ada angin kencang segera menutupi mata, agar tidak terkena angin, debu ataupun benda asing lainnya. Bukan hanya itu, dari angin kipas dan ac secara langsung juga bisa menyebabkan mata kering. Kelembaban mata jadi mudah menguap.
- Terapkan metode 20-20-20 saat menatap layar. Kadang di malam hari ingin menonton film untuk melepas penat. Tanpa sadar menatap layar hingga berjam-jam. Maka dari itu, selalu istirahatkan mata setiap 20 menit, untuk melihat sebuah objek sejauh 20 kaki (sekitar 6 meter), selama 20 detik. Ini bisa bantu mengurangi gejala mata Sepet, Perih, dan Lelah akibat layar digital.
- Sadari kedip mata. Biasanya kalau sudah sibuk melakukan sebuah aktivitas yang mengharuskan fokus, apalagi mengharuskan melihat layar. Untuk berkedip jadi lebih jarang frekuensinya. Cobalah selalu sadari untuk selalu kedip mata, agar tetap terjaga kelembabannya.
- Penuhi asupan nutrisi terutama omega 3 dan vitamin A. Bukan hanya menjaga kesehatan mata dari luar, tapi dari dalam tubuh juga diperlukan. Jadi pastikan setiap hari makan makanan bergizi dengan kandungan omega 3 dan vitamin A yang cukup.
- Tetesin Insto Dry Eyes saja. Apabila sudah muncul gejala mata kering, maka saya segera menggunakan Insto Dry Eyes. Memang efektif untuk bantu mengurangi mata Sepet, Perih, dan Lelah.
Solusi Praktis, Insto Dry Eyes
Setelah mengetahui bahwa ada solusi praktis yang bisa digunakan. Langsung deh saya auto selalu stok Insto di rumah. Apalagi untuk mendapatkan #instodryeyes sangat mudah didapatkan di toko terdekat ataupun Indomaret dekat rumah.
Ketika mata sudah tidak nyaman, saya langsung tetesin insto dry eyes sesuai dengan petunjuk. Sebanyak 1-2 tetes mata pada mata yang sakit atau tidak nyaman. Boleh digunakan sebanyak 3 kali dalam satu hari.
Apalagi ukuran kemasannya 7,5 ml yang mini, jadi praktis juga dibawa pergi-pergi. Bukan hanya untuk dirumah saja, kalau di bawa traveling juga praktis. Kemasannya berbahan plastik, dan tutupnya sudah didesain anti tumpah, tidak perlu khawatir saat dibawa-bawa nantinya.
Insto dry eyes merupakan tetes mata yang mengandung bahan zat aktif, yaitu Hidroxyprophylmethyl selulose dan Benzalkonium Chloride yang punya fungsi untuk mengatasi permasalahan gejala mata kering. Karena memberikan efek seperti pelumas pada mata, sebagai pengganti air mata asli. Jadi, mata akan tetap terjaga kelembabannya agar penglihatan selalu nyaman sepanjang hari.
Dengan adanya Insto Dry Eyes di rumah bukan berarti mengabaikan kebiasaan harian yang padat ini. Justru sebaliknya.
Dari kejadian yang saya alami, membuat diri ini lebih aware lagi dengan kesehatan mata. Agar mata tetap nyaman digunakan untuk beraktivitas sejak bangun tidur sampai tidur lagi di malam hari.
Penutup
Kalau dilihat sebagai ibu itu benar-benar bekerja non stop selama 24 jam. Tidak jarang ibu juga terbangun di malam jika anak rewel atau sedang sakit. Dari keseharian ibu karena lebih sering mementingkan kesehatan keluarga dibandingkan diri sendiri. Perlahan tapi pasti kesehatan mata bisa saja mengancam.
Mulai dari rasanya tidak nyaman, gatal, bahkan sesaat terganggu kesehatan mata. Hingga muncul adanya mata Sepet, Perih dan Lelah. Itu merupakan salah satu tanda mata kering. Oleh sebab itu, gejala #matasepelejangansepelein.
Ibu berhak untuk tetap selalu sehat secara lahir dan batin termasuk #bebasmatakering. Semoga bermanfaat.






Posting Komentar